Senin, Februari 21, 2011

ANC

Antenatal Care
2.1.1 Pengertian
  • Prenatal care ataupun antenatal care adalah sama artinya yaitu perawatan kehamilan. Sedangkan perkataan prenatal dan antenatal berasal dari bahasa Yunani dan berarti: pre = sebelum, ante = dimuka, sedangkan natal, dari kata natus yang artinya persalinan. Jadi kedua perkataan mengenai masa hamil yaitu sebelum seorang ibu bersalin.
  • Penelitian lain menyatakan Antenatal care adalah pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim (Manuaba, 1998).
  • Antenatal care adalah suatu periode persiapan, baik secara fisik yakni pertumbuhan dan adaptasi maternal maupun secara psikologis yakni antisipasi menjadi orang tua (Bobak, 2005)
  • Sedangkan menurut Farer (1999) antenatal care adalah suatu tahapan dimana dilakukannya pengawasan terhadap kehamilan untuk melihat apakah segalanya berlangsung normal untuk mendeteksi dan mengatasi setiap kelainan yang timbul dan untuk mengantisipasi semua masalah yang timbul selama kehamilan, persalinan dan periode post natal.
  • Antenatal care adalah memberikan pengawasan atau pemeliharaan ibu hamil sampai melahirkan bayinya, dengan tujuan menurunkan angka kesakitan dan angka kematian pada ibu-ibu hamil, melahirkan serta nifas, serta menurunkan angka kematian bayi sampai umur sekitar satu tahun serta anak-anak prasekolah (Dainur, 1995).
  • Dari pengertian tersebut yang dimaksud dengan antenatal care adalah perawatan fisik dan mental sebelum persalinan untuk mendapatkan ibu dan bayi yang sehat.


2.1.2 Tujuan Antenatal Care
Secara khusus pengawasan antenatal care bertujuan untuk:
1. Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit yang terdapat saat kehamilan, saat persalinan, dan kala nifas.
2. Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai hamil, persalinan, dan kala nifas.
3. Memberikan nasehat dan petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, kala nifas, laktasi, dan aspek keluarga berencana.
4. Menurunkan angka kesakitan dan kehamilan ibu dan perinatal (Manuaba, 1998).
Secara rinci tujuan dari antenatal care juga dapat dibagi dua yaitu:
1. Tujuan antenatal care pada ibu:
 Untuk mengurangi penyulit-penyulit masa antepartum
 Untuk mempertahankan kesehatan jasman maupun rohani dari ibu
 Supaya persalinan dapat berlangsung dengan aman
 Supaya ibu sehat postpartum
 Supaya ibu dapat memenuhi segala kebutuhan janin
2. Tujuan antenatal care pada anak
 Mengurangi prematuritas, kelahiran mati dan kematian neonatal
 Kesehatan yang optimal dari bayi (obstetri fisiologi).


2.1.3 Jadwal Pemeriksaan
Pemeriksaan kehamilan hendaknya dilakukan sedini mungkin dan oleh seorang wanita merasakan diri hamil.
Jadwal Pemeriksaan Kehamilan
• Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya
terlambat satu bulan.
• Periksa ulang 1x sebulan sampai kehamilan 7 bulan
• Periksa ulang 2x sebulan sampai kehamilan 9 bulan
• Periksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan.
• Periksa khusus bila ada keluhan –keluhan.
Adapun jadual pemeriksaan antenatal care adalah:
1. Trimester I dan II
- Setiap bulan sekali
- Diambil data tentang labolatorium
- Nasehat diet tentang empat sehat lima sempurna, tambahan protein ½ gr/kg BB = satu telur/hari
- Observasi adanya penyakit yang dapat mempengaruhi kehamilan, komplikasi kehamilan
- Rencana untuk pengobatan penyakitnya, menghindari terjadinya komplikasi kehamilan, dan imunisasi tetanus I.
2. Trimester III
- Setiap dua minggu sekali sampai ada tanda kelahiran
- Evaluasi data laboratorium untuk melihat hasil pengobatan
- Diet empat sehat lima sempurna
- Imunisasi tetanus II
- Observasi adanya penyakit yang menyertai kehamilan, komplikasi hamil trimester ketiga
- Rencana pengobatan
- Nasihat tentang tanda-tanda inpartu, kemana harus datang untuk melahirkan ( Manuaba, 1998).
Jadual pemeriksaan kehamilan disesuaikan menurut kondisi pasien masing-masing. Misalnya kalau wanita hamil banyak muntah pada hamil muda maka ia tidak dipesan kembali setelah satu bulan, tetapi mungkin sekali seminggu atau sekali dua minggu. Sedangkan jadual melakukan pemeriksaan antenatal care sebanyak 12 sampai 13 kali selama hamil.



2.1.4 Kegiatan dalam Antenatal (Antenatal Care)
Pelayanan antenatal adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu hamil dan janin secara berkala, yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan. Adapun tujuan pelayanan antenatal adalah untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilan, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat serta melahirkan bayi yang sehat (Depkes RI, 1994)..
Pemeriksaan antenatal yang dilaksanakan di tingkat pelayanan dasar hendaknya memenuhi tiga aspek pokok, yaitu:
1. Aspek medis, yaitu meliputi diagnosa kehamilan, penemuan kelainan secara dini dan pemberian terapi sesuai diagnosis.
2. Penyuluhan, komunikasi dan motivasi ibu hamil, antara lain mengenai pemeliharaan kesehatan diri dan janinnya, pengenalan tanda-tanda bahaya dan faktor resiko yang dimilikinya serta pencarian pertolongan yang memadai secara tepat.
3. Rujukan ibu hamil dengan resiko tinggi ke tempat pelayanan yang mempunyai fasilitas lengkap.


2.1.5 Riwayat kesehatan
a. Kehamilan saat ini
Pasien dating berkunjung karena adanya tanda-tanda presumsi kehamilan. Suatu tinjauan ulang gejala-gejala yang dirasakan dan bagaimana ia menanganinya membantu perawat mengumpulkan data dasar untuk mengembangkan rencana perawatan. Perhitungan TPP dapat dilakukan pada kesempatan ini.
b. Riwayat obstetri/ginekologi
Data yang dikumpulkan mencakup usia menarke dan riwayat menstruasi, infertilitas, setiap anomali ginikologi, riwayat penyakit menular seksual, riwayat seksual, semual, semua kehamilan, termasuk kehamilan saat ini.

c. Riwayat medis
Riwayat medis menguraikan kondisi medis atau bedah yang dapat mempengaruhi perjalanan atau dipengaruhi kehamilan. Misalnya wanita hamil yang menderita diabetes. Bedah terdahulu diuraikan apabila seorang wanita pernah menjalani bedah rahim.
d. Riwayat keluarga
Riwayat keluarga memberi informasi tentang keluarga dekat pasien, termasuk orang tua, saudara kandung dan anak-anak. Hal ini membantu mengidentifikasi gangguan genetic atau familial dan kondisi yang dapat mempengaruhi status kesehatan wanita atau janin.
e. Riwayat nutrisi
Aspek ini adalah komponen penting dalam riwayat prenatal. Status nutrisi seorang wanita hamil memiliki efek langsung pada pertumbuhan dan perkembangan janin dan wanita memiliki motivasi yang tinggi untuk mkempelajari gizi yang baik. Pengkajian diet dapat pengungkapkan data praktik diet khusus, alergi makanan, prilaku makan serta factor-faktor lain yang terkait dengan nutrisi.
f. Riwayat sosial
Faktor-faktor situasi seperti pekerjaan wanita atau pasangan nya, pendidikan, status perkawinan, latar belakang budaya serta status sosial ekonomi ditetapkan dalam riwayat sosial.


2.1.6 Penentuan tanggal lahir
Menentukan umur hamil sangat penting untuk menentukan persalinan. Umur hamil dapat ditentukan dengan menggunakan rumus Naegle. Rumus Naegle memperhitungkan umur kehamilan berlangsung selama 288 hari, dapat dihitung dari haid pertama ditambah tujuh dan bulannya ditambah sembilan. TTP =(hari pertama HT+ 7) dan (bulan HT + 3).


2.1.7 Program pelayanan Antenatal
Menurut Depkes RI (1997), menyebutkan bahwa dalam penerapan operasional pelayanan antenatal menggunakan standar minimal 5 T, yang terdiri dari:
1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan ibu hamil
2. Mengukur tekanan darah ibu hamil
3. Pemberian imunisasi tetanus toxoid (TT) lengkap
4. Mengukur tinggi fundus uteri
5. Pemberian tablet zat besi

2.1.8 Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan seluruh tubuh secara baik dan lege artis : tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan jantung, paru-paru dan sebagainya.
a. Pemeriksaan fisik umum
- kesan umum : kompos mentis, tampak sakit.
- Pemeriksaan : tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu, berat badan dan hal lain yang perlu dipantau.
b. Pemeriksaan fisik khusus
- obstetri
- pemeriksaan dalam/rektal
- pemeriksaan ultrasonografi
Pemeriksaan umum
1. Bagaimana kondisi umum pasien, keadaan gizi, kelainan bentuk badan, kesadaran.
2. Adakah anemia, cyanosis, ikterus, dispnea.
3. Keadaan jantung dan paru – paru.
4. Adakah Oedema.
Oedema dalam kehamilan dapat disebabkan oleh toxemia gravidarum, tekanan rahim.
5. Refleks : Terutama reflek lutut, reflek ini negatif pada hypovitaminose B1 dan penyakit saraf.
6. Tensi
Tensi pada ibu hamil tidak boleh mencapai 140 systolik / 90 diastolik.
7. Berat badan
 Berat badan dalam triwulan 3 tidak boleh tambah dari 1 kg seminggu atau 3 Kg / bulan
 Peningkatan yang berlebih dapat disebabkan oleh retensi.
8. Pemeriksaan Laboratorium
 Air kencing : Glukosa, protein, sedimen
 Darah : Hb 3 bl / x kalau sering terjadi defisiensi Fe, GD, gol darah.
 Feses : -

Pemeriksaan Kebidanan
1. Infeksi
 Muka : Adakah eloasma gravidarum, keadaan selaput mata pucat atau merah,
bagaimana keadaan lidah, gigi.
 Leher : Apakah vena terbendung di leher, apakah kelenjar gondok membesar,
kelenjar membesar.
 Dada : Bentuk buah dada, pygmentasi puting susu dan gelanggang susu,
keadaan puting susu, adakah kolostrum.
 Perut : Perut membesar kedepan, kesamping, keadaan pucat pigmentasi di
linea alba, nampak gerakan janin, strie gravidarum.
 Vulva : Keadaan perineum, carrlah varices, tanda chadwick, candylomata,
fluor.
 Anggota bawah : Varices, udem, luka, cicatrix pada lipat paha.

2. Perkusi
Tidak begitu banyak artinya, kecuali bila ada sesuatu indikasi.
3. Palpasi
Palpasi perut untuk menentukan :
• Besar dan konsistensi rahim,
• Bagian-bagian janin, letak, presentase,
• Gerakan janin,
• Konraksi rahim Braxton-Hicks dan his
Cara palpasi ada bermacam-macam :
• Menurut leopold dengan variasi,
• Menurut Knebel,
• Menurut Budin, dan
• Menurut Ahlfeld

Leopold I:
- Pemeriksaan berdiri disisi kanan pasien menghadap muka ibu.
- Buka pakaian pasien pada bagian perut ibu.
- Atur posisi kaki dengan cara kaki ditekuk (semi dorsal recumbent).
- Gosokkan kedua telapak pemeriksa.
- Letakkan kedua telapak tangan pada perut ibu sebelah kanan dan tangan kanan disisi perut ibu sebelah kiri.
- Ketengahkan uterus untuk menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin yang berada difundus.
- Hasil bila teraba bundar, lunak dan tidak melenting berarti bokong. Bila teraba bulat, keras dan melenting berarti kepala

Askep Endometriosis

TINJAUAN TEORI

I. Defenisi
Endometriosis merupakan suatu kondisi yang dic
erminkan dengan keberadaan dan pertumbuhan jaringan endometrium di luar uterus. Jaringan endometrium itu bisa tumbuh di ovarium, tuba falopii, ligamen pembentuk uterus, atau bisa juga tumbuh di apendiks, colon, ureter dan pelvis.
( Scott, R James, dkk. 2002. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Widya Medica: Jakarta )


II. Etiologi
Ada beberapa faktor resiko penyebab terjadinya endometriosis, antara lain:
1. Wanita usia produktif ( 15 – 44 tahun )
2. Wanita yang memiliki siklus menstruasi yang pendek (<27>7 hari)
4. Spotting sebelum menstruasi
5. Peningkatan jumlah estrogen dalam darah
6. Keturunan : memiliki ibu yang menderita penyakit yang sama.
7. Memiliki saudara kembar yang menderita endometriosis
8. Terpapar Toksin dari lingkungan
Biasanya toksin yang berasal dari pestisida, pengolahan kayu dan produk kertas, pembakaran sampah medis dan sampah-sampah perkotaan.
(Scott, R James, dkk. 2002. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Widya Medica:Jakarta.)

III. Manifestasi Klinis
Tanda dan gejala endometriosis antara lain :
1. Nyeri :
Dismenore sekunder
Ø
Dismenore primer yang buruk
Ø
Dispareunia
Ø
Nyeri ovulasi
Ø
Nyeri pelvis terasa berat dan nyeri menyebar ke dalam paha, dan nyeri pada bagian abdomen bawah selama siklus menstruasi.
Ø
Nyeri akibat latihan fisik atau selama dan setelah hubungan seksual
Ø
Nyeri pada saat pemeriksaan dalam oleh dokter
Ø
2. Perdarahan abnormal
Hipermenorea
Ø
Menoragia
Ø
Spotting sebelum menstruasi
Ø
Darah menstruasi yang bewarna gelap yang keluar sebelum menstruasi atau di akhir menstruasi
Ø
3. Keluhan buang air besar dan buang air kecil
Nyeri sebelum, pada saat dan sesudah buang air besar
Ø
Darah pada feces
Ø
Diare, konstipasi dan kolik
Ø
(Scott, R James, dkk. 2002. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Widya Medica : Jakarta)

IV. Patofisiologi
Endometriosis dipengaruhi oleh faktor genetik. Wanita yang memiliki ibu atau saudara perempuan yang menderita endometriosis memiliki resiko lebih besar terkena penyakit ini juga. Hal ini disebabkan adanya gen abnormal yang diturunkan dalam tubuh wanita tersebut.
Gangguan menstruasi seperti hipermenorea dan menoragia dapat mempengaruhi sistem hormonal tubuh. Tubuh akan memberikan respon berupa gangguan sekresi estrogen dan progesteron yang menyebabkan gangguan pertumbuhan sel endometrium. Sama halnya dengan pertumbuhan sel endometrium biasa, sel-sel endometriosis ini akan tumbuh seiring dengan peningkatan kadar estrogen dan progesteron dalam tubuh.
Faktor penyebab lain berupa toksik dari sampah-sampah perkotaan menyebabkan mikoroorganisme masuk ke dalam tubuh. Mkroorganisme tersebut akan menghasilkan makrofag yang menyebabkan resepon imun menurun yang menyebabkan faktor pertumbuhan sel-sel abnormal meningkat seiring dengan peningkatan perkembangbiakan sel abnormal.
Jaringan endometirum yang tumbuh di luar uterus, terdiri dari fragmen endometrial. Fragmen endometrial tersebut dilemparkan dari infundibulum tuba falopii menuju ke ovarium yang akan menjadi tempat tumbuhnya. Oleh karena itu, ovarium merupakan bagian pertama dalam rongga pelvis yang dikenai endometriosis.
Sel endometrial ini dapat memasuki peredaran darah dan limpa, sehingga sel endomatrial ini memiliki kesempatan untuk mengikuti aliran regional tubuh dan menuju ke bagian tubuh lainnya.
Dimanapun lokasi terdapatnya, endometrial ekstrauterine ini dapat dipengaruhi siklus endokrin normal. Karena dipengaruhi oleh siklus endokrin, maka pada saat estrogen dan progesteron meningkat, jaringan endometrial ini juga mengalami perkembangbiakan. Pada saat terjadi perubahan kadar estrogen dan progesteron lebih rendah atau berkurang, jaringan endometrial ini akan menjadi nekrosis dan terjadi perdarahan di daerah pelvic.
Perdarahan di daerah pelvis ini disebabkan karena iritasi peritonium dan menyebabkan nyeri saat menstruasi (dysmenorea). Setelah perdarahan, penggumpalan darah di pelvis akan menyebabkan adhesi/perlekatan di dinding dan permukaan pelvis. Hal ini menyebabkan nyeri, tidak hanya di pelvis tapi juga nyeri pada daerah permukaan yang terkait, nyeri saat latihan, defekasi, BAK dan saat melakukan hubungan seks.
Adhesi juga dapat terjadi di sekitar uterus dan tuba fallopii. Adhesi di uterus menyebabkan uterus mengalami retroversi, sedangkan adhesi di tuba fallopii menyebabkan gerakan spontan ujung-ujung fimbriae untuk membawa ovum ke uterus menjadi terhambat. Hal-hal inilah yang menyebabkan terjadinya infertil pada endometriosis.
(Scott, R James, dkk. 2002. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Widya Medica: Jakarta
Spero f, Leon. 2005) dan (Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility. Lippincot Williams & Wilkins : Philadelphia. )

V. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan yang dilakukan untuk membuktikan adanya endometirosis ini antara lain:
1. Uji serum
CA-125
Ø
Sensitifitas atau spesifisitas berkurang
Protein plasenta 14
Ø
Mungkin meningkat pada endometriosis yang mengalami infiltrasi dalam, namun nilai klinis tidak diperlihatkan.
Antibodi endometrial
Ø
Sensitifitas dan spesifisitas berkurang
2. Teknik pencitraan
Ultrasound
Ø
Dapat membantu dalam mengidentifikasi endometrioma dengan sensitifitas 11%
MRI
Ø
90% sensitif dan 98% spesifik
Pembedahan
Ø
Melalui laparoskopi dan eksisi.
(Scott, R James, dkk. 2002. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Widya Medica: Jakarta )

VI. Terapi
Terapi yang dilakukan ditujukan untuk membuang sebanyak mungkin jaringan endometriosis, antara lain:
1. Pengobatan Hormonal
Pengobatan hormaonal dimaksudkan untuk menghentikan ovulasi, sehingga jaringan endometriosis akan mengalami regresi dan mati. Obat-obatan ini bersifat pseudo-pregnansi atau pseudo-menopause, yang digunakan adalah :
Derivat testosteron, seperti danazol, dimetriose
v
Progestrogen, seperti provera, primolut
v
GnRH
v
Pil kontrasepsi kombinasi
v
Namun pengobatan ini juga mempunyai beberapa efek samping.
v
2. Pembedahan
Bisa dilakukan secara laparoscopi atau laparotomi, tergantung luasnya invasi endometriosis.
(Scott, R James, dkk. 2002. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Widya Medica: Jakarta)

VII. WOC
Terlampir

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a. Riwayat Kesehatan Dahulu
Pernah terpapar agen toksin berupa pestisida, atau pernah ke daaerah pengolahan katu dan produksi kertas, serta terkena limbah pembakaran sampah medis dan sampah perkotaan.
b. Riwayat kesehatan sekarang
Dysmenore primer ataupun sekunder
v
Nyeri saat latihan fisik
v
Dispareunia
v
Nyeri ovulasi
v
Nyeri pelvis terasa berat dan nyeri menyebar ke dalam paha, dan nyeri pada bagian abdomen bawah selama siklus menstruasi.
v
Nyeri akibat latihan fisik atau selama dan setelah hubungan seksual
v
Nyeri pada saat pemeriksaan dalam oleh dokter
v
Hipermenorea
v
Menoragia
v
Feces berdarah
v
Nyeri sebelum, sesudah dan saat defekasi.
v
Konstipasi, diare, kolik
v
a. Riwayat kesehatan keluarga
Memiliki ibu atau saudara perempuan (terutama saudara kembar) yang menderita endometriosis.
b. Riwayat obstetri dan menstruasi
Mengalami hipermenorea, menoragia, siklus menstruasi pendek, darah menstruasi yang bewarna gelap yang keluar sebelum menstruasi atau di akhir menstruasi.


2. Diagnosa
Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul :
1. Gangguan rasa nyaman: nyeri b.d gangguan menstruasi, proses penjalaran penyakit.
2. Resiko gangguan harga diri b.d infertilitas
3. Resiko tinggi koping individu / keluarga tidak efektif b.d efek fisiologis dan emosional gangguan, kurang pengetahuan mengenai penyebab penyakit.
4. Resiko tinggi gangguan citra tubuh b.d gangguan menstruasi
(Bobak. 2005. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. EGC : Jakarta)

3. Intervensi Keperawatan
1. Gangguan rasa nyaman : nyeri b.d gangguan menstruasi, proses penjalaran penyakit
Kriteria Hasil :
• Klien mengekspresikan penurunan nyeri/ ketidaknyamanan
• Klien tampak rileks, dapat tidur dan istirahat dengan tepat

Daftar Pustaka
Bobak. 2005. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. EGC : Jakarta
Doenges, Marilynn.E.2001.Rencana Keperawatan. Jakarta: EGC
Scott, R James, dkk. 2002. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Widya Medica: Jakarta
Sperof, Leon. 2005. Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility. Lippincot Williams & Wilkins : Philadelphia. )
Diakses dari www.google.com tanggal 15 September 2007.

Sabtu, Februari 19, 2011

Ners Perdana

Sebuah perjalanan yang tidak dirasakan, inilah hidup
Awal september adalah memulai suatu amanah yang mesti di selesaikan, yaitu "Profesi-Ners". Ini bukan sebuah keharusan ataupun paksaan namun ini semua adalah tuntutan sebagai seorang profesi keperawatan yang menyandang gelar Sarjana Keperawatan (S1), karena ilmu yang telah di dapat selama 4 tahun kuliah di bangku akademik dengan modal praktik di laboratorium dan sebagian, mungkin cm seperempat, enam ataupun berapa yang dilakukan di rumah sakit sangatlah sedikit. Karena ilmu teori tanpa di bekali dengan skill semua sia-sia kerena yang bekerja hanya otak kiri sedankan otak kanan tidak digunakan, kacian dech loe otak kanan..tpi tenang tanpa dirimu aku bukanlah siapa2 cie...cie....
lanjut.....
Awalnya saya sendiri berpikir praktik di Rumah sakit selama 1 tahun itu adalah sebuah mimpi yang tak terbayangkan apalagi dengan di jubel dengan tugas2 yang mesti di selesaikan dengan limit waktu yang telah ditentukan, tak hanya tugas individu, tugas kelompok, seminar, ronde dan sebagainya yang belum sempat saya kenal. di tambah lagi trauma oleh cerita2 kakak tingkat yang telah banyak menyelesaikan profesi dengan gelar Ners butuh perjuangan yang tidak mudah, bahkan ada di antara teman2 kakak tingkat yang sempat SO gara2 tidak tahan dengan tugas, apalagi tulis tangan, duch benar2 tak terbayangkan. saya berpikir seperti itu karena mungkin menjalani prosesnya. Dan ada juga cerita dan pengalaman2 kakak tingkat dan dosen2 yang selalu memberi suport bahwa semua itu perlu di jalani, tanpa kt jalani kita tidak tahu apakah kta mampu atau tidak, selagi ada tekad dan kemauaun disitulah ada jalan.
Dalam profesi ini kita kenal yang namanya stase, nah di stase2 inilah mata kuliah yang telah kita dapatkan secara bergantian di jalani stade demi stade yang di tempuh selama 2 semester (1tahun) bukanlah waktu yang pendek:).
Adapun mata kuliah yang di dapat yaitu :
1. Keperawatan Medikal Bedah (2bulan)
2. Keperawatan Gerontik (1bulan)
3. Keperawatan Maternitas (40hari)
4. Keperawatan Anak (40 hari)
5. Gadar
6. Manajemen Keperawatan
7. Keperawatan Komunitas
8. Keperawatan Jiwa
Setiap stase di bimbing oleh mentor masing2 yang mengarahkan mahasiswa, Babak pertama telah dimulai yaitu keperawatan gerontik. Awal dinas adalah hari2 yang menengangkan tapi setelah di lalui semua berjalan apa adanya apalagi dapat mata kuliah yang paling santai di antara mata kuliah lainnya. Jadi, tidak begitu sibuk...masih sempat jalan, selalu kumpul bareng...bersambung....
cerita selanjutnya di tunggu yach...

Jumat, Oktober 15, 2010

Awal Profesi Ners

asslamualaikum wr.wb..
Dah lama nich gak posting, biasa penyakit "mAlEsSSS" lg kambuh di tambh lagi skrng lgi sbuk, tpi jadi kngen jg dah lama gak ngeblog...ini adalah awal dari proses profesi ners, semoga kmi smua bsa menjalni semua ini dengan baek. amin..

Senin, Mei 03, 2010

Arti Sebuah Persahabatan

Sewaktu Boy dan Girl baru pacaran, Boy melipat 1000 burung kertas buat Girl, menggantungkannya di dalam kamar Girl. Boy mengatakan 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya,Waktu itu…Girl dan Boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua…

Tetapi pada suatu saat, Girl mulai menjauhi Boy, Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis…

Ke Paris…Tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali2 itu…Sewaktu Girl mau memutuskan Boy, Girl bilang sama Boy,

kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa…Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya…

Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan

bagaimana kehidupan kita setelah menikah…!!

Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras…dia pernah menjual koran…menjadi karyawan sementara…bisnis kecil…

setiap pekerjaan dikerjakan dengan sangat baik dan tekun.Sudah lewat beberapa tahun…

Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya,akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan.

Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak dapat melupakannya.

Pada suatu hari… waktu hujan,

Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan.

Dia mengenali mereka, mereka adalah orang-tua Girl….

Dia ingin mereka lihat kalau sekarang Boy tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai villa dan perusahaan sendiri,

ia ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi,dia sekarang adalah seorang Boss.

Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang-tua tersebut.

Hujan terus turun tanpa henti, biarpun kedua orang-tua itu memakai payung,

tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.

Sewaktu mereka sampai tempat tujuan,

Boy tercegang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman.

Dia melihat di atas papan nisan Girl tersenyum sangat manis terhadapnya.

Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Boy.

Dalam hujan, burung2 kertas itu terlihat begitu hidup,Orang-tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke Paris ,

Girl terserang kanker,Girl pergi ke surga.Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dulu. Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil.

Girl mengatakan…

kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya

dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi.

Boy langsung berlutut,

berlutut di depan makam Girl,

menangis dengan begitu sedihnya.

Hujan pada hari itu terasa tidak akan berhenti,

membasahi sekujur tubuh Boy.

Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos,

Mengingat semua itu,

hatinya mulai meneteskan darah…

Sewaktu orang-tua itu keluar dari pemakaman,

mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka.

Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.

“Hatiku tidak pernah menyesal, semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas, 1000 ketulusan hatiku, beterbangan di dalam angin

menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit… melewati sungai perak, apakah aku bisa bertemu denganmu? Tidak takut berapapun jauhnya, hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu. Masa lalu seperti asap… hilang dan tak kan kembali… menambah kerinduan di hatiku… Bagaimanapun dicari, jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah..”

Senin, April 05, 2010

Mengawali Tugas Akhir

Saatnya take out ke kampuz,,ya Allah mudahkanlah langkah ku hari ini.
semoga hari ini gak sia2 ke kampuz, bosen juga rasanya di rumah gak ada aktivitas
untung ada kurcaci2 cilik yang selalu ada to menganggu minta timbahan ilmu wkwkwk...
end untung ada mereka mengisi waktu kosong ku yang melompong ini
Tapi, hari ini ku liburkan karena ada jadwal klh pagi, maaf y kurcaci2 ku kita cancel malem ja yach...

Bismilahirohmanirohim..........

sMOga BermAfAatT AmIen...........................

Penyakit Skoliosis

Assalamualaikum.....
Mungkin kita masih bertanya-tanya apa itu skoliosis, awalnya sich ku gak begitu mengenal juga "Skolioasis" ini yang aku tahu hanya adanya suatu kelaianan pada tulang belakang karena posisi duduk yang salah dan suatu saat ada seorang teman yang bertanya tentang penyakit ini, ku bingung end ku jawab apa adanya trus ku cari2 di internet eh ternyata banyak penjabarannya. Thanks sobat, krena pertanyaanmu, ku bisa mengenal apa itu skoliosis klo u gak bertanya mungkin ku juga gak tahu secara detailnya. Yuk, kita lihat penjabarannya, ku juga dapat ini searching dari internet. Moga bermanfaat to kita semua terutama yang membutuhkan info ini.,,,,,maaf jika kurang lengkap:)


1. Definisi Skoliosis
  • Skoliosis adalah suatu kelainan bentuk pada tulang belakang dimana terjadi pembengkokan tulang belakang ke arah samping kiri atau kanan. Kelainan skoliosis ini sepintas terlihat sangat sederhana. Namun apabila diamati lebih jauh sesungguhnya terjadi perubahan yang luarbiasa pada tulang belakang akibat perubahan bentuk tulang belakang secara tiga dimensi, yaitu perubahan sturktur penyokong tulang belakang seperti jaringan lunak sekitarnya dan struktur lainnya (Rahayussalim, 2007). Skoliosis ini biasanya membentuk kurva “C” atau kurva “S”.
  • Sedangkan menurut Medicastore menyatakan bahwa skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang yang abnormal ke arah samping, yang dapat terjadi pada segmen servikal, toraka maupun lumbal (Apotik Online dan Media Informasi, 2006).
  • Senada dengan sebelumnya, Rosmawati Mion menyatakan bahwa skolisis merupakan penyakit tulang belakang yang menjadi bengkok ke samping kiri atau kanan sehingga wujudnya merupakan bengkok benjolan yang dapat dilihat dengan jelas dari arah belakang. Penyakit ini juga sulit untuk dikenali kecuali setelah penderita meningkat menjadi dewasa (Mion, Rosmawati, 2007). Kemudian menurut dr Ketut Martiana menyebutkan dalam Jawa Pos Online adalah skoliosis merupakan kelainan fisik bawaan atau genetik yang banyak dialami wanita (Jawa pos Online, 2007).

2. Jenis Skoliosis dan Penyebab Penyakit

Pada artikel yang ditulis oleh Norlaila H. Jamaluddin (Jamaluddin, 2007), Dr Siow menyatakan bahwa skoliosis dibagi dalam dua jenis yaitu struktural dan bukan struktural.

a. Skoliosis bukan struktural disebabkan oleh :

  • Tabiat yang tidak baik seperti membawa tas yang berat pada sebelah bahu saja (menyebabkan sebelah bahu menjadi tinggi), postur badan yang tidak bagus (seperti selalu membongkok atau badan tidak seimbang).
  • Kaki tidak sama panjang.
  • Kesakitan, contohnya disebabkan masalah sakit yang dirasakan di belakang dan sisi luar paha, betis dan kaki akibat kemerosotan atau kerusakan cakera di antara tulang vertebra dan menekan saraf.

b. Skoliosis struktural disebabkan oleh pertumbuhan tulang belakang yang tidak normal. Ciri – ciri fisiknya adalah sebagai berikut :

  • Bahu tidak sama tinggi.
  • Garis pinggang tidak sama tinggi.
  • Badan belakang menjadi bongkok sebelah.
  • Payu dara besar sebelah.
  • Sebelah pinggul lebih tinggi.
  • Badan kiri dan kanan menjadi tidak simetri.

Penyebab seseorang dapat mengalami skoliosis tidak dapat diketahui secara pasti. Penyebab seseorang dapat mengalami skoliosis bermacam–macam. Ada yang disebabkan karena faktor genetik, neuromuskuler dan ada pula yang idiopatik( Apotik Online dan Media Informasi, 2006)

3. Gejala–gejala, efek penyakit dan jumlah penderita

Awalnya penderita mungkin tidak menyadari atau merasakan sakit pada tubuhnya karena memang skoliosis tidak selalu memberikan gejala–gejala yang mudah dikenali. Jika ada pun, gejala tersebut tidak terlalu dianggap serius karena kebanyakan mereka hanya merasakan pegal–pegal di daerah punggung dan pinggang mereka saja. Menurut Dr Siow dalam artikel yang ditulis oleh Norlaila H. Jamaluddin (Jamaluddin, 2007), skoliosis tidak menunjukkan gejala awal. Kesannya hanya dapat dilihat apabila tulang belakang mulai bengkok. Jika keadaan bertambah buruk, skoliosis menyebabkan tulang rusuk tertonjol keluar dan penderita mungkin mengalami masalah sakit belakang serta sukar bernafas. Dalam kebanyakan kondisi, skoliosis hanya diberi perhatian apabila penderita mulai menitik beratkan soal penampilan diri. Walaupun skoliosis tidak mendatangkan rasa sakit, rata-rata penderita merasa malu dan rendah diri.

Skoliosis pada masyarakat indonesia dapat dijumpai mulai dari derajat yang sangat ringan sampai pada derajat yang sangat berat.
Skoliosis derajat ringan misalnya pembengkokan yang sedikit. Biasanya penderita tidak banyak mengeluhkan apa-apa. Bahkan kadangkala orang sekitarnya yg merasa terganggu dengan struktur bengkok tersebut misalnya orang tua penderita, pasangan (
Rahayusalim, 2007). Derajat pembengkokan biasanya diukur dengan cara Cobb dan disebut sudut Cobb. Dari besarnya sudut skoliosis dapat dibagi menjadi (Kawiyana dalam Soetjiningsih, 2004) :

  1. Skoliosis ringan : sudut Cobb kurang dari 20”
  2. Skoliosis sedang : sudut Cobb antara 21 – 40”
  3. Skoliosis berat : sudut Cobb lebih dari 41”

Pada skoliosis derajat berat (lebih dari 40 derajat), hanya dapat diluruskan melalui operasi. Bukan saja operasi skoliosis merupakan salah satu operasi besar, tetapi juga dengan cara yang berbeda-beda. Misalnya saja, di negara Ukraina, setelah operasi pasien harus berdiam di tempat tidur selama 6 bulan dengan dibalut gips. Penyembuhan paska operasi di Indonesia juga memakan waktu yang tidak sebentar. Di Jerman dengan metode baru yang dinamakan mobilisasi pasien seteleh opeasi memperlihatkan perbedaan teknik yang menyolok. 1 hari setelah operasi, pasien diharuskan bergerak dan berusaha berdiri dengan dibantu ahli-ahly gymnastik untuk skoliosis. Hari ke 2 pasien diharuskan berjalan dengan dibantu alat-alat gimnasik dan tim rehabilitasi.

Dalam operasi skoliosis, ada 2 metode:

metode 1: pembedahan yang lurus dari atas sampai bawah

metode 2: pembedahan miring, dari atas ke dada deapn (Thorax)

Metode mana yang akan digunakan adalah pertimbangan dokter ahli bedah dan spesialis skoliosis. Hasil pertimbangan akan dijelaskan pada pasien, dimana pasien diberi kesempatan untuk bertanya secara lebih detil. Material yang akan digunakan juga akan dijelaskan karena undang-undang kesehatan Jerman tidak membedakan pelayanan dalam operasi. Jadi, hanya material terbaik yang akan digunakan.

RISIKO OPERASI

  • Operasi skoliosis adalah operasi besar dimana risiko tidak berhasil dan komplikasi bisa diperhitungkan antara 50% sampai 1%. Komplikasi operasi yang dapat timbul adalah kehilangan darah, paru-paru terluka, tulang-tulang iga patah, lever dan jantung terganggu, bahkan sampai terjadi kelumpuhan.
  • Risiko-risiko ini harus sedapat mungkin diperkecil dengan alat-alat yang canggih dan pengetahuan struktur ilmiah dari tulang. Dibedakan dengan 10 tahun yang lalu, risiko operasi skoliosis di Jerman sekarang ini sangatlah minimal (di bawah 1%), dibandingkan dengan di negara-negara lainnya.

KAPAN HARUS DIOPERASI

  • Operasi adalah salah satu tindakan penyembuhan tindakan terakhir yg diambil dokter , dimana pasien tidak bisa lagi disembuhkan melalui terapi dan gymnastik. Tindakan operasi adalah suatu tindakan yg boleh dikatakan tindakan darurat, tindakan ini juga adalah tindakan irreversible.(tidak dapat dikembalikan lagi).
  • Operasi skoliosis masa sekarang dengan majunya teknologi dan ilmu pengetahuan boleh dikatakan mempunyai risiko minimal (tergantung di negara mana dan bagaimana tradisi kesehatan di negara itu). (Operasi di Jerman, 2008)

Kebanyakan mereka yang menghadapi penyakit ini hanya menyadari tentang masalah tersebut ketika usia remaja, apabila keluarga atau rekan menyadari perubahan dalam tubuh mereka. Lain lagi dengan yang dikatakan oleh dr Ketut Martiana (Jawa Pos Online, 2007) yaitu biasanya skoliosis baru diketahui ketika anak sudah sekolah atau masuk play group. Kelainan skoliosis itu kerap luput dari pandangan orang tua.

Walaupun skoliosis tidak mendatangkan rasa sakit, penderita perlu dirawat seawal mungkin. Tanpa perawatan, tulang belakang menjadi semakin bengkok dan menimbulkan berbagai komplikasi seperti (Jamaluddin, 2007):

1. Kerusakan paru-paru dan jantung. Ini boleh berlaku jika tulang belakang membengkok melebihi 70 derajat. Tulang rusuk akan menekan paru-paru dan jantung, menyebabkan penderita sukar bernafas dan cepat capai.
Justru, jantung juga akan mengalami kesukaran memompa darah. Dalam keadaan ini, penderita lebih mudah mengalami penyakit paru-paru dan pneumonia.

2. Sakit tulang belakang. Semua penderita, baik dewasa atau kanak-kanak, berisiko tinggi mengalami masalah sakit tulang belakang kronik. Jika tidak dirawat, penderita mungkin akan menghidap masalah sakit sendi. Tulang belakang juga mengalami lebih banyak masalah apabila penderita berumur 50 atau 60 tahun.

3. Masalah image. Biasanya penderita merasa rendah diri, malu dan kurang yakin untuk berhadapan dengan orang lain kerana badan mereka tidak seimbang, tinggi atau berat sebelah.

4. Kemurungan. Ini adalah masalah psikologi yang paling dikhawatirkan pakar pengobatan. penderita akan lebih mudah mengalami kemurungan dan rasa sedih yang amat sangat.

Penyakit skoliosis ini lebih banyak menyerang remaja perempuan. Situs Medicastore menyebutkan bahwa penyakit ini lebih banyak dialami oleh remaja perempuan daripada laki–laki dengan prosentase sekitar 40–60 % (Apotik Online dan Media Informasi, 2006). Senada dengan hal tersebut, Kawiyana (dalam Soetjiningsih, 2004) mengatakan bahwa penyakit ini banyak diketemukan dalam usia remaja dan kebanyakan pada wanita. Biasanya penyakit ini dirasakan pada umur sekitar 10 tahun sampai umur pertumbuhan tulang berhenti.

Faktor yang dapat menyebabkan masalah skoliosis bertambah buruk ialah (Jamaluddin, 2007):

Proses pertumbuhan. Dengan bertumbuh dan berkembangnya tubuh penderita maka derajat kelengkungannya juga ikut berkembang dan menjadi semakin besar

Jenis Kelamin. Masalah skoliosis biasanya lebih buruk di kalangan remaja perempuan dibanding lelaki.

Umur. Lebih awal seseorang penderita mengalami skoliosis, kemungkinan untuk penyakit tersebut menjadi buruk akan lebih besar. Walaupun secara umumnya ini lebih banyak berlaku pada remaja, anak-anak juga dapat mengalami masalah ini pada umur empat hingga delapan tahun.

Lokasi. Lengkungan pada bagian tengah atau bawah tulang belakang biasanya jarang bertambah buruk. Masalah skoliosis hanya bertambah buruk jika ini berlaku pada bagian atas tulang belakang, menyebabkan badan belakang penderita menonjol keluar dan kelihatan bongkok.

Masalah tulang belakang ketika dilahirkan. Skoliosis pada anak-anak yang dilahirkan dengan penyakit ini, berisiko tinggi menjadi buruk dengan cepat. Oleh karena skoliosis tidak menyebabkan kesakitan, masalah ini jarang diberi perhatian dan rawatan hingga postur badan berubah